aku tidak bisa menjelaskan bagaimana aku membutuhkanmu namun aku mengabaikanmu. sedangkan mereka hanya berusaha untuk singgah, berkata dan mencaci. hidup tidak semudah apa yang kamu mau dan kamu hanya diam untuk tidak memilih. terus keluar dari masalah tanpa membereskannya terlebih dahulu. imajinasi untuk terbang tinggi semakin menipis menuju kenyataan pahit. aku hanya bodoh sesaat, terjebak dengan sesuatu.
aku tidak pandai menulis seperti yang sudah-sudah, mungkin menandakan aku sudah beranjak dari fase hidup yang penuh dengan kegundahan. aku kaku dalam menerjemahkan hati...
hari berlalu dan aku masih pada titik yang sama hanya dengan penglihatan yang berbeda. aku tidak bisa pergi darimu yang mengambil hati begitu pintar, namun aku tidak bisa memintamu untuk tetap ada. berharap semua akan seperti panas matahari yang ikhlas tergantikan dengan hujan.
Kamis, 17 Agustus 2017
Bukan karena hujan terhadap hari yang mengacaukan hati. Sejujurnya
aku tidak dapat menulis selain tentang kamu betapapun pilu itu terasa. Ibarat harapan
kubangun dengan sempurna lalu kamu bisa hancurkan seketika. Saya selalu berdoa
sesuatu yang tidak pernah terbesit dalam hidup kamu. Saya adalah seorang yang
selalu tidak mampu menjangkau kamu. Terang saja, saya bukanlah sebuah nilai
prioritas. Dahulu...
Jumat, 02 Juni 2017
Kisah hari ini,
Jakarta, 2 Juni 2017
Pagi yang seperti biasa, seragam dan atribut seperti biasa serta tugas yang
sama. Namun pagi yang sendu tidaklah kecewa kepada matahari. Aku atau mereka tidak
kecewa terhadap hari kemarin. Ada beberapa luka yang pagi ini tiba-tiba saja hilang
tanpa kuminta dan sisanya menetap sebagai tanda.
Tersentak pandanganku terarah pada sepasang suami istri yang menuju
kearahku, sejatinya mereka sudah menarik perhatianku saat mereka mulai memasuki
lobby utama, suasana sepi hening dan kusuguhkan dengan senyum seraya bertanya
maksud kedatangannya yang masih terlalu
pagi untuk memesan kamar.
Aku melihatnya, “Rona merah pipi itu telah
hilang diterpa usia, tubuhnya tidak bisa menopang tanpa sanggahan. Perlahan melangkah
dengan langkah kecil serta tangis yang menandakan ketidaktahuannya.” Sang pria
dengan sabar menggandeng bidadari itu, mencoba menaiki anak tangga lalu berkata
sambil mengelus tangannya “Jangan takut sayang, ayo pelan-pelan jangan menangis,
kita sudah sampai ya, apa kamu mau makan? Mau sarapan apa hari ini?” Namun
wanita itu hanya merengek sesekali tanda ia merespon pembicaraan seru itu. Sang
pria hanya ingin bertanya beberapa hal tentang acara yang akan ia hadiri besok
kepadaku. Sesaat mereka hendak pergi aku katakan agar berhati-hati dijalan. “Terimakasih
Mbak, kami pamit pulang dulu ya, besok kami akan datang kembali setelah pukul 2
siang.” Tutur katanya halus, namun bukan itu... pancaran kasih sayang itu
terlihat alami pada sorot matanya. Mungkin bukan cinta yang membuat mereka
bertahan tapi mungkin kasih yang mengisi hari-harinya.
Pagi ini Tuhan telah memberikan kebahagiaan. Bahwa kebahagiaan bisa
direngkuh dari kesenangan orang lain, keikhlasannya. Karena setiap nafas
bidadari itu terdapat berkah bagi lelakinya.
Rabu, 10 Mei 2017
small words
karena jika kamu adalah sang rembulan, maka kecewalah kepada mereka yang terlalu mencintaimu dengan dalam. cinta itu melumpuhkanmu lebih dari yang kamu tahu, memanjakanmu dengan angan-angan yang enggan kau tepati. kamu terbuai dan jatuh. kamu tertawa dengan kehancuranmu didalamnya. malaikat hanya diam menatap dari kejauhan, menikmati sesuatu yang sudah diketahuinya akan terjadi. kamu kalah terhadap mereka yang mencintaimu.
karena angin tidak akan membenci mereka yang pergi menghalau tanpa berita.
karena hidupmu lebih berharga jika mencintai dan memberi tanpa mengharap.
jika aku dapat apa yang aku mau, akan aku kejar dirimu menyembuhkanmu dari sakit lalu meninggalkanmu begitu saja. karena tidak semua perbuatan harus mendapat balasan
-Ranny-
Rabu, 01 Maret 2017
Hari pertama dibulan Maret tahun 2017
Situasi tidak ada yang berubah...
Saya paham 83% jika hidup memang seperti ini, saya bodoh,
lalu diam, berfikir, baiklah akan
kuambil bagian bodoh itu untuk diperbaiki. Lalu sisanya 17% adalah ketidak
tahuan saya atau keraguan dalam bertindak. Saya terlalu tergesa-gesa karena
saya hanya ingin mengakhiri sesuatu yang saya tidak sukai, entah dengan cara
apa.
Jika orang lain mengeluh ketika melewati lorong yang panjang
tanpa cahaya, justru saya melewati lorong yang teramat terang sehingga saya
hanya bisa melihat bias-bias cahaya dari titik gelap, lalu mencoba untuk
mengejarnya lalu semakin jauh dan semakin jauh. Apakah Anda belajar jika memaksakan
untuk tinggal didalam kebahagiaan maka kebahagiaan itu semakin menjauh darimu,
kamu akan tersiksa sehingga yang kamu kenali jika bahagia itu menyakitkan, seperti kamu...
Namun yang saya tulis hanyalah Kamu, karena kamu adalah
sejuta alasan saya untuk berbuat banyak hal, karena kamu sempurna, karena kamu
tidak tertebak, karena kamu misterius, karena kamu tidak pernah nyata bagi
saya. Kamu menjadikan saya sebagai orang lain yang kamu inginkan, kamu merubah
saya menjadi yang lebih baik menurutmu tapi tidak bagi saya. Ada banyak macam KAMU
didunia ini yang sedang saya coba pahami. Mulai dari kamu yang sempurna hingga
kamu yang telah saya buang jauh, kenapa? Karena kamu penyakit mematikan, karena
kamu hilang akal, karena kamu berbahaya, karena kamu menjadi orang lain. Dan saya
tidak suka.
Setiap saya mencoba menulis, maka akan banyak KAMU yang
menilai saya untuk merobek masalalu atau menuduh saya kembali menjamah
perasaan. Kamu, pernah ada namun bukan untuk saya rindukan tapi untuk saya
lupakan.
Karena kamu bukan Rangga kepada Cinta yang datang untuk kembali.
Kamu lebih buruk daripada itu.
Terimakasih untuk memikirkan saya dibeberapa waktumu.
Senin, 12 Desember 2016
renungan pagi ini...
“jika kamu bisa menerima, akan lebih banyak tercipta pelajaran daripada penyesalan.”
-ranny-
Langganan:
Postingan (Atom)